Thaharah: Pengertian, Macam, Tata Cara & Dalilnya

2 min read

Thaharah Pengertian, Macam & Caranya (Lengkap)

Thaharah: Pengertian, Macam, Tata Cara & Dalilnya – Sudahkan kalian tahu apa itu thaharah?? Thaharah itu artinya bersuci atau membersihkan diri dari kotoran. Nah apasih arti thaharah menurut Islam, macam dan juga cara membersihkannya. Pada kesempatan kali ini tulisanilmu akan memberikan penjelasannya:

Thaharah: Pengertian, Macam, Tata Cara & Dalilnya

Berikut penjelasan mengenai thaharah:

Pengertian Thaharah

Thaharah menurut bahasa artinya adalah bersuci. Sedangkan menurut istilah berarti membersihkan diri daripada segala kotoran, baik dalam bentuk nyata seperti najis, maupun dalam bentuk ma’nawi yakni suatu perkara yang mengaibkan atau sifat-sifat keji.

Thaharah adalah suatu perbuatan yang dapat menyebabkan sahnya melakukan suatu ibadah yang harus dalam keadaan bersih seperti sholat, tawaf dan semacamnya. Misalkan berwudhu (bagi orang yang memiliki hadats kecil), mandi (bagi yang berhadats besar) dan menghilangkan najis daripada pakaian, badan dan juga tempat.

Thaharah atau bersuci merupakan salah satu syarat wajib yang harus dilakukan untuk melakukan suatu ibadah.

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Q.S Al-Maidah ayat : 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”

Macam-Macam Thaharah

Adapun pembagian dari thaharah atau bersuci terbagi menjadi dua bagian, diantaranya adalah sebagai berikut:

Baca Juga:   Sholat Hadiah: Niat, Doa, Tata cara & Waktunya (Lengkap)

1. Thaharah Ma’nawiyah (Batin atau Hati)

Yakni membersihkan dan menyucikan diri dari kotoran batin atau hati dari perbuatan yang melanggar ajaran syariat Islam (dosa). Seperti bermaksiat, iri, dengki, syirik dan lain sebagainya.

Adapun cara membersihkan thaharah jenis ini adalah dengan cara bertaubat yakni taubatan nasuha, berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.

2. Thaharah Hissiyah (lahiriah)

Yakni membersihkan atau menyucikan diri dari hadas dan najis dengan cara mandi, berwudhu maupun pengganti keduanya yakni bertayamum (bersuci dengan menggunakan debu).

Adapun membersihkan dari hadas dan najis tersebut terdiri dari pembersihan pakaian, badan dan juga tempat sampai hilang rasa, bau dan warnanya.

Allah SWT tidak pernah menyusahkan setiap hambanya, bahkan dalam masalah yang satu ini yakni bersuci. Untuk bersuci kita dapat menggunakan air, namun jika tidak ditemukan air maka bisa menggunakan debu, batu, kayu atau benda lain yang dapat diperbolehkan menggantikan air.

Adapun air yang dapat dipergunakan untuk bersuci adalah air mutlak yakni air yang suci dan mensucikan. Berikut macam-macam air tersebut:

  • Air hujan
  • Air sumur
  • Air laut
  • Air sungai
  • Air danau atau telaga
  • Air salju
  • Air embun.

Tata Cara Thaharah (Bersuci)

Thaharah atau bersuci itu dapat dilakukan dengan menggunakan air seperti wudhu dan mandi. Kemudian juga dapat menggunakan debu atau tanah seperti tayamum. Adapun menggunakan tanah, air, batu dan juga kayu (tissue, kertas termasuk ke dalam golongan kayu) yakni dengan cara beristinja.

Nah lalu bagaimana cara bersuci atau berthaharah dalam Islam, berikut pembagian dan penjelasannya:

1. Bersuci dari Najis Mukhafafah (Ringan)

Najis mukhafafah adalah najis ringan yang berasal dari air kencing bayi laki-laki yang baru minum ASI dan belum makan apapun, pada umumnya usianya kurang dari dua tahun.

Baca Juga:   Doa Sakit Perut yang Diajarkan Rasulullah (Sesuai Sunnah)

Cara membersihkannya dengan cara memercikkan air kebagian yang terkena najis saja.

2. Bersuci dari Najis Mutawasithah (Sedang)

Najis mutawasithah adalah najis sedang seperti air kencing, kotoran dan sejenisnya. Adapun cara membersihkannya adalah dengan membasuh dan menyiramnya menggunakan air sampai najis tersebut hilang bau, rasa dan warnanya.

3. Bersuci dari Najis Mughaladzoh (Berat)

Najis Mughaladzah adalah najis yang berat, dari namanya saja sudah berat maka cara pensuciannya pun harus menggunakan tanah. Yang termasuk ke dalam golongan najis mughaladzah ini adalah anjing dan babi (berdasarkan dalil yang Qat’i atau pasti).

Cara membersihkannya adalah dengan menghilangkan barang najisnya terlebih dahulu kemudian mencucinya dengan air bersih sebanyak tujuh kali dan salah satu dari ketujuh tersebut harus dengan menggunakan tanah atau batu.

Dalil Tentang Thaharah

Sebenarnya ada banyak sekali dalil yang membahas tentang thaharah, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Q.S Al-Baqarah Ayat 222

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya:

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Thaharah Pengertian, Macam & Caranya (Lengkap)
Thaharah Pengertian, Macam & Caranya (Lengkap)

2. Hadist

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi SAW bersabda:

‫مفتاح‬‫الصالة‬‍َٔ‫ر‬‫الطهو‬‫وتحريمها‬‫التكبير‬‫وتحليلها‬‫التسليم‬

Artinya: “Kunci shalat adalah bersuci, tahrim (pembuka)nya adalah takbir dan tahlil (penutup)nya adalah salam.” (HR. at-Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Thaharah: Pengertian, Macam, Tata Cara & Dalilnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan untuk kita semua. Terimakasih 🙂

Baca Juga:   22 Contoh Mukadimah Ceramah (Arab Latin) Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *