Sholat Dhuha: Niat, Tata Cara, Doa & Waktunya (Lengkap)

3 min read

Doa Agar Terlepas dari Kesulitan (Do'anya Nabi Yunus a.s)

Sholat Dhuha: Niat, Tata Cara, Doa & Waktunya (Lengkap) – Islam adalah agama rahmatan lil’alamiin. Dalam Islam sudah sangat lengkap membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan baik yang ada di dunia maupun di akhirat.

Bahkan Allah SWT sudah lebih tau apa yang dibutuhkan manusia, daripada manusia itu sendiri. Nah salah satunya mengenai sholat dhuha ini, sholat yang terkenal untuk memperlancar rezeki. Padahal segala bentuk ibadah yang dikerjakan ikhlas karena Allah Ta’ala maka pasti akan Allah permudah segala urusannya. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Pada kesempatan kali ini tulisanilmu akan memberikan penjelasan mengenai sholat dhuha secara lengkap.

Sholat Dhuha: Niat, Tata Cara, Doa & Waktunya (Lengkap)

Berikut penjelasan mengenai sholat dhuha.

Sholat Dhuha

Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha yakni pada saat matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta, mulai dari terbitnya matahari (sekitar pukul 07:00 pagi) sampai dengan waktu dhuhur (Sekitar pukul 12:00 siang).

Sholat sunnah dhuha ini dikerjakan setelah fajar atau setelah terbitnya matahari sampai datangnya waktu dhuhur.

Adapun jumlah raka’at sholat dhuha adalah 2 raka’at, 4 raka’at, 6 raka’at, 8 raka’at hingga 12 raka’at. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:

َمَنْ صَلَّى الضُّحٰى اِثْنَتٰى عَشَرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللهُ لَهُ قَصْرًا فِى الْجَنَّةِ

Artinya: “Barang siapa yang melakukan sholat Dhuha dua belas rakaat, Allah akan membuatkan baginya istana di surga” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Jadi dapat disimpulkan bahwa jumlah raka’at untuk sholat dhuha itu mulai dari 2 raka’at hingga 12 raka’at. Namun semakin banyak raka’atnya maka akan semakin baik.

Baca Juga:   22 Contoh Mukadimah Ceramah (Arab Latin) Terbaik

Niat Sholat Dhuha

Adapun bacaan niat sholat dhuha adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushollii Sunnatadh Dhuha Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an Lillaahi Ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Sholat Dhuha

Tata cara sholat dhuha sebenarnya sama saja dengan sholat fardhu pada umumnya, hanya saja beda di niat dan doa khusus saja. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut:

1. Raka’at Pertama

  • Membaca Niat Sholat Dhuha
  • Membaca Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca Surah Asy-Syamsi diutamakan (jika ingin membaca surah lain tidak apa-apa)
  • Melakukan Ruku dengan tumakminah
  • Melakukan Itidal
  • Melakukan Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Melakukan Sujud kedua
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua.

2. Raka’at Kedua

  • Membaca surat Al Fatihah
  • Diutamakan Membaca Surah Ad Dhuha (jika mau surat lain tidak apa-apa)
  • Melakukan Ruku
  • Melakukan Itidal
  • Melakukan Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Melakukan Sujud kedua
  • Duduk Tahiyat akhir
  • Mengucapkan Salam.

Do’a Sholat Dhuha

Adapun bacaan doa setelah sholat dhuha adalah sebagai berikut:

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى الْبَحْرِ فَاْطْلِعْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ وَاِنْ كَانَ قَلِيْلًا فَكَثِّرْهُ

وَاِنْ كَانَ كَثِيْرًا فَاعْطِنِيْ كَمَا اَعْطَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

(Sumber: https://www.fiqih.co.id/doa-sholat-dhuha/)

Allahumma Innadhdhuha-a Dhuha-uka, Wal-Bahaa-a Bahaa-uka, Wal- Jamaala Jamaaluka, Wal-Quwwata Quwwatuka, Wal-Qudrata Qudratuka, Wal-Ishmata Ishmatuka.

Allahuma inkaana rizqii fis-samma-i fa angzilhu, wa ingkaana filbahri fa athli’hu, wa inkaana fil-ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaaron fayassirhu, wainkaana harooman fathohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, wa ingkaana qoliilan fakatstsirhu.

Wa ingkaana katsiiron fa’thinii kamaa a’thoyta ‘ibaadakash-shoolihiin bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, laa haula wa laa quwwata illa billahil-‘aliyyil-‘adziim. Wal-hamdulillahhi robbil-‘aalamiin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.

Baca Juga:   Doa Agar Terlepas dari Kesulitan (Do'anya Nabi Yunus a.s)

Ya Allah, apabila rezekiku itu berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada dalam lautan keluarkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sulit mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah, apabila sedikit banyakkanlah.

Maka apabila banyak berikanlah padaku dengan kebenaran dhuha-Mu, keagunan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu.

Tidak ada daya dan kekuatan apa pun kecuali hanya dengan pertolongan-Mu yang maha tinggi dan maha agung. Dan Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam.

Keutamaan Sholat Dhuha

Ada banyak sekali manfaat dan keutamaan dari sholat dhuha, oleh karena itu sayang sekali jika sholat sunnah ini ditinggalkan. Manfaat umum bagi seorang muslim yang istiqomah dalam mengerjakan sholat sunnah dhuha adalah Allah SWT memperlancar rezekinya InsyaAllah.

Berikut beberapa manfaat dan keutamaan sholat dhuha:

1. Sholat Dhuha Sebagai Pengganti Tasbih, Tahmid & Tahlil

Sebagaimana Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Artinya: “Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.”.

2. Dua Rakaat Dhuha Senilai 360 Sedekah

Hadits ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adanya sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan shalat Dhuha, sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadits berikut ini:

Baca Juga:   Thaharah: Pengertian, Macam, Tata Cara & Dalilnya

أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ »

Artinya: “Dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.”

Sholat Dhuha Niat, Tata Cara, Doa & Waktunya (Lengkap)
Sholat Dhuha Niat, Tata Cara, Doa & Waktunya (Lengkap)

3. Sholat Dhuha Sebagai Wasiat dari Rasulullah Saw

أَوْصَانِى خَلِيلِى – صلى الله عليه وسلم – بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى ، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Artinya: “Kekasihku yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- mewasiatkan tiga nasehat padaku: 1. Berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2. Melaksanakan shalat Dhuha dua raka’at, dan 3. Berwitir sebelum tidur.

4. Sholat Dhuha Sebagai Penghapus Dosa

Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda yang artinya;

“Barang siapa yang mengerjakan sholat Dhuha dan mampu menjaganya setiap waktu, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya. Sekalipun dosa-dosanya itu banyak seperti buih di lautan.”  (HR. Tirmidzi dari Abu Daud Ra)

Demikian penjelasan mengenai Sholat Dhuha: Niat, Tata Cara, Doa & Waktunya (Lengkap). Semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. Terimakasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *